JAECOO J5 EV Siap Temani Mudik, Begini Strategi Aman Tempuh Ratusan Kilometer
- account_circle Otokini
- calendar_month Senin, 2 Mar 2026

Seiring tren elektrifikasi yang terus berkembang, kendaraan listrik mulai semakin dipertimbangkan untuk perjalanan mudik antarkota. Namun, tantangan khas musim mudik seperti kendaraan terisi penuh, kemacetan panjang, serta penggunaan pendingin kabin dan fitur hiburan dalam waktu lama membuat sebagian masyarakat masih mempertanyakan apakah daya jelajah EV benar-benar cukup untuk menempuh ratusan kilometer secara aman dan nyaman.
Dengan jarak tempuh hingga 461 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar NEDC, JAECOO J5 EV dirancang untuk menjawab kebutuhan perjalanan mudik jarak menengah hingga jauh secara lebih praktis dan efisien. Kapasitas ini memungkinkan kendaraan listrik digunakan tidak hanya untuk mobilitas harian di dalam kota, tetapi juga perjalanan antarkota yang menjadi karakter utama mudik di Indonesia.
Secara teori, rute favorit mudik Jakarta–Semarang via Tol Trans Jawa sejauh kurang lebih 445 kilometer dapat ditempuh dalam kondisi sekali pengisian daya penuh. Untuk rute yang lebih jauh seperti Jakarta–Yogyakarta dengan jarak sekitar 560 kilometer, perjalanan dapat dilakukan dengan satu kali pengisian daya di rest area. Sementara rute Surabaya–Banyuwangi sejauh kurang lebih 300 kilometer juga memungkinkan ditempuh dalam kondisi perjalanan tertentu.

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pengguna agar perjalanan mudik dengan kendaraan listrik tetap lancar dan nyaman.
“Dalam perjalanan mudik, kendaraan biasanya akan terisi penuh oleh keluarga dan barang bawaan, belum lagi kemacetan yang tidak terprediksi panjangnya, serta penggunaan AC dan fitur hiburan dalam waktu lama. Kondisi tersebut tentu mempengaruhi penggunaan daya baterai. Untuk mendukung perjalanan yang bebas khawatir, JAECOO J5 EV kami rancang dengan kapasitas baterai dan sistem manajemen energi yang mendukung perjalanan jarak jauh, sehingga tetap relevan untuk rute dalam kota maupun antarkota,” ujar Jim Ma.
Menurutnya, angka jarak tempuh perlu dipahami secara realistis dan disesuaikan dengan pola perjalanan aktual di Indonesia. Perencanaan menjadi kunci dalam perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik.
Berangkat dari pemahaman tersebut, berikut empat strategi agar perjalanan mudik dengan kendaraan listrik semakin lancar dan terencana.

1. Rencanakan Perjalanan dengan Perhitungan Jarak yang Realistis
Jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan utama saat menggunakan kendaraan listrik untuk mudik. Perlu dipahami bahwa angka pengujian seperti NEDC dilakukan dalam kondisi tertentu dan dapat berbeda dari penggunaan sehari-hari yang dipengaruhi gaya berkendara, kondisi lalu lintas, penggunaan pendingin kabin, hingga beban kendaraan.
JAECOO J5 EV dibekali baterai 60,9 kWh dan telah diuji secara internal di Indonesia melalui rute tol dan non-tol dengan capaian jarak hingga 534,1 kilometer dalam sekali pengisian daya. Meski demikian, pengendara tetap perlu mempelajari lokasi SPKLU dan menyusun titik istirahat secara matang agar kendaraan, pengemudi, dan penumpang tetap dalam kondisi prima.

2. Kenali Karakter Rute yang Akan Ditempuh
Mudik tidak selalu berarti perjalanan di jalan tol yang mulus. Sebagian pemudik memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan, yang bisa menghadirkan tantangan seperti genangan air, permukaan jalan tidak rata, hingga perubahan cuaca.
Dalam situasi tersebut, ketangguhan kendaraan menjadi faktor penting. JAECOO J5 EV dilengkapi baterai dengan standar perlindungan IP68 terhadap debu dan air dalam batas tertentu, serta ground clearance 200 mm yang membantu saat melintasi kondisi jalan kurang ideal. Dukungan 17 fitur ADAS dan around view camera 540 derajat turut meningkatkan rasa percaya diri selama perjalanan.

3. Pastikan Kenyamanan Kabin untuk Perjalanan Panjang
Perjalanan mudik kerap berlangsung berjam-jam, terutama saat arus lalu lintas padat, sehingga kenyamanan kabin menjadi faktor krusial.
JAECOO J5 EV menghadirkan ruang lega berkat electronic column shifter yang membuat konsol tengah lebih lapang dan fungsional. Kenyamanan semakin lengkap dengan dual zone climate control serta kursi elektrik dengan ventilated seats di baris depan untuk menjaga suhu dan posisi duduk tetap ideal.
Dari sisi kepraktisan, kapasitas bagasi 480 liter yang dapat diperluas hingga 1.180 liter memberikan fleksibilitas membawa berbagai perlengkapan mudik. Tersedia pula front trunk 35 liter yang tahan panas dan mudah dibersihkan, serta 35 kompartemen penyimpanan di seluruh kabin. Fitur fast wireless charging 50W dengan sistem pendingin, ambient lighting 64 warna, dan double layer soundproof glass turut menghadirkan suasana berkendara yang lebih tenang dan nyaman.

4. Periksa Kesiapan Dukungan Layanan Sepanjang Perjalanan
Selain kesiapan kendaraan, dukungan layanan juga menjadi bagian penting dalam perencanaan mudik dengan kendaraan listrik.
JAECOO menghadirkan 14 Dealer Siaga di rute utama mudik yang dilengkapi layanan bantuan darurat 24 jam, termasuk towing dan dukungan teknis. Dengan dukungan tersebut, pengemudi dapat merasa lebih tenang jika menghadapi situasi tak terduga.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit dan menjadi SUV listrik terlaris pada periode tersebut, sekaligus membawa merek ini menembus peringkat 9 besar nasional.
Saat ini, jaringan dealer JAECOO telah beroperasi di 25 titik mulai dari Medan, kota-kota besar di Jawa, hingga Makassar. Jumlah tersebut ditargetkan berkembang menjadi 80 dealer pada akhir 2026 guna menjamin ketersediaan suku cadang serta layanan purna jual bagi seluruh konsumen.
Dengan kombinasi jarak tempuh kompetitif, fitur keselamatan dan kenyamanan lengkap, serta dukungan jaringan yang terus berkembang, JAECOO J5 EV hadir sebagai salah satu opsi kendaraan listrik yang relevan untuk perjalanan mudik jarak menengah hingga jauh di Indonesia.
- Penulis: Otokini














