VinFast Bawa Skema Berlangganan Baterai untuk Dorong Aksesibilitas EV di Indonesia
- account_circle Agus
- calendar_month Senin, 27 Okt 2025

Seiring meningkatnya kesadaran terhadap kendaraan listrik (EV) di Indonesia, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi konsumen adalah harga awal yang tinggi dan kekhawatiran terhadap usia baterai.
Melihat hal itu, VinFast, produsen kendaraan listrik asal Vietnam, memperkenalkan skema berlangganan baterai.
Sebuah terobosan yang dirancang untuk menjawab hambatan klasik sekaligus membuka jalan bagi percepatan adopsi EV di Tanah Air.
Dalam keterangannya, Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia mengatakan bahwa pasar EV di Indonesia masih dalam tahap awal. Sehingga konsumen sangat sensitif terhadap harga dan masih ragu dengan daya tahan baterai jangka panjang.
“Nah, dengan skema berlangganan baterai kami memiliki dua fungsi utama, yaitu menurunkan harga beli awal secara signifikan dan memberikan garansi baterai seumur hidup,” kata Kariyanto.
VinFast sebagai produsen kendaraan listrik asal Vietnam ini secara resmi memperkenalkan skema berlangganan baterai tersebut sebagai terobosan baru yang dirancang untuk menjawab hambatan klasik, sekaligus membuka jalan bagi percepatan adopsi EV di tanah air.
Model Akses yang Lebih Terjangkau
Melalui skema ini, Kariyanto menjamin bahwa harga awal kendaraan menjadi lebih rendah karena biaya baterai dipisahkan dari harga mobil.
“Dengan sekema tersebut, konsumen cukup membayar biaya berlangganan bulanan untuk penggunaan baterai, tanpa batasan jarak tempuh. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat dari berbagai lapisan untuk lebih mudah memiliki kendaraan listrik,” ujar Kariyanto.
Selain lebih terjangkau, program ini juga memberikan ketenangan bagi konsumen. VinFast menjamin baterai akan diganti secara gratis jika performanya menurun di bawah standar, selama masa pakai kendaraan.
“Kami ingin memberikan peace of mind kepada konsumen, agar mereka tidak perlu khawatir tentang biaya besar di masa depan,” tambah Kariyanto.
VinFast juga menegaskan bahwa biaya berlangganan bersifat tetap untuk setiap pelanggan, sesuai dengan harga yang berlaku saat pembelian.
Jika ada penyesuaian di masa mendatang, perubahan hanya berlaku bagi pelanggan baru. Kebijakan ini memperkuat komitmen perusahaan terhadap transparansi dan kepercayaan konsumen.
Bukan Sekadar Strategi Harga
Meski harga menjadi faktor penting, VinFast menegaskan bahwa model ini bukan sekadar strategi untuk bersaing secara komersial. Lebih dari itu, pendekatan ini lahir dari filosofi inti perusahaan: menjadikan transisi menuju mobilitas hijau mudah diakses oleh semua kalangan.
Kariyanto juga menegaskan, tujuan kami bukan memberi diskon, tetapi memberikan solusi yang memudahkan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik tanpa rasa khawatir.
“Dengan model berlangganan, konsumen bisa menikmati kendaraan berkualitas tinggi tanpa harus mengorbankan keamanan, layanan purna jual, atau kenyamanan,” tegas Kariyanto.
Dari sisi perusahaan, skema ini juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Karena baterai tetap dimiliki oleh VinFast, perusahaan dapat memantau performa, menarik kembali, dan mendaur ulang baterai di akhir masa pakainya.
Dengan demikian, model bisnis ini menciptakan siklus hidup produk yang sirkular dan ramah lingkungan.
Ekosistem Mobilitas Hijau Terpadu
Terobosan VinFast tidak berhenti sampai disitu saja, karena perusahaan ini juga telah membangun salah satu ekosistem kendaraan listrik paling lengkap di dunia yang mencakup mobil listrik berbagai segmen, sepeda motor listrik, hingga bus listrik.
Bahkan di Vietnam sendiri, VinFast telah mengoperasikan lebih dari 150.000 titik pengisian daya melalui divisi khusus bernama V-Green, yang kini bersiap memperluas jaringan ke pasar global termasuk Indonesia.
Ekspansi ke Indonesia menjadi langkah penting berikutnya dan dalam waktu singkat, VinFast telah memperkenalkan sejumlah model yang sesuai dengan karakter konsumen Indonesia, mulai dari VF 3, VF 5, VF 6, VF e34, hingga VF 7.
Tak hanya menjual kendaraan, perusahaan juga membangun kemitraan dengan dealer, lembaga pembiayaan, serta penyedia layanan purna jual untuk membentuk ekosistem EV yang menyeluruh.
Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai pusat kendaraan listrik global. “Dengan kekayaan sumber daya alam, dukungan pemerintah, dan pasar yang dinamis, kami yakin langkah kami akan berkontribusi nyata dalam mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan,” ujar Kariyanto.
Menuju Masa Depan Bersama
VinFast kini menjadikan Indonesia sebagai rumah kedua di Asia Tenggara. Bahkan menyiapkan pembangunan pabrik lokal sebagai bukti komitmen jangka panjang.
Nantinya fasilitas ini diharapkan menciptakan ribuan lapangan kerja dan menjadi pusat produksi kendaraan listrik untuk kawasan regional.
Lebih dari sekadar ekspansi bisnis, langkah VinFast mencerminkan keyakinan bahwa masa depan mobilitas hijau adalah milik Asia.
“Apa yang dimulai sebagai mimpi di Hai Phong, Vietnam, kini menemukan kelanjutannya di Indonesia. Di mana inovasi, keberanian, dan aspirasi untuk dunia yang lebih bersih berpadu dalam satu perjalanan menuju masa depan yang berkelanjutan,” tutup Kariyanto.






- Penulis: Agus













