Breaking News
Beranda » News Update » Remaja Sumbang Angka Kecelakaan Lalu Lintas Tertinggi, Begini Kata Pengamat

Remaja Sumbang Angka Kecelakaan Lalu Lintas Tertinggi, Begini Kata Pengamat

  • account_circle Rio
  • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025

Sepanjang tahun 2024, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor mendominasi jumlah kecelakaan secara keseluruhan. Bahkan menurut catatan, sepanjang 2024 telah terjadi 152 ribu kecelakaan lalu lintas. Dan yang mencengangkan adalah dari angka tersebut, 76,42% di dominasi oleh sepeda motor.

Dan data dari UNICEF di tahun 2022 menunjukkan bahwa usia 10 hingga 19 tahun menyumbang angka kecelakaan tertinggi, dengan sepeda motor sebagai penyebab utama. Hal ini menjadi  bukti bahwasannya kalangan remaja masih mengabaikan aspek keselamatan berkendara. Sehingga menjadi salah satu penyumbang terbesar angka kecelakaan lalu lintas.

Tri Tjahjono, Pengamat Transportasi Universitas Indonesia (UI) menyoroti rendahnya kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas, terutama di kalangan anak-anak yang belum cukup umur. Terutama fenomena terkait kelengkapan atribut berkendara roda dua.

“Keniscayaan bagi pengguna sepeda motor yang sangat mengerikan adalah kelompok anak-anak menggunakan sepeda motor. Nah, keberadaan sepeda motor terhadap kecelakaan anak-anak dan remaja itu harus diperhatikan,” kata Tri Tjahjono.

Dari data UNICEF, Tri menambahkan bahwa penyebab kematian remaja usia 10-19 tahun paling besar adalah anak-anak. Dimana 30% yang meninggal jelas tidak punya Surat Izin Mengemudi (SIM). Jadi ini juga perlu kita angkat.

Menurut Tri penggunaan helm saat berkendara juga perlu diperhatikan. Apalagi saat ini tidak ada produsen helm yang menjual produk mereka untuk anak-anak. “Bahkan, banyak helm yang beredar di pasaran di klaim memenuhi standar SNI, tetapi kenyataannya tidak memenuhi kriteria keselamatan yang memadai,” tutur Tri.

Tri mengungkapkan, soal helm berstandar SNI saya curiga apakah benar-benar SNI atau cuma ditempel logo SNI. Kalau kita membiarkan SNI itu beredar tidak ada inspektur atau pemeriksaan. Maka SNI Ilegal itu akan menjatuhkan istilah SNI.

“Helm yang tidak memenuhi standar bisa sangat berbahaya dan justru meningkatkan risiko cedera saat terjadi kecelakaan. Selain itu, helm untuk anak-anak yang harus disesuaikan dengan perkembangan ukuran kepala mereka masih terbatas di Indonesia,” ungkapnya.

Dirinya pun memberikan usulan agar lebih banyak lembaga atau NGO atau organisasi non-pemerintah menyediakan helm yang sesuai untuk anak-anak. “Helm untuk anak-anak itu harus kita pikirkan untuk kedepannya. Penelitiannya seperti apa juga harus dipikirkan,” tutup Tri.

  • Penulis: Rio

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wuling Octofest, Menawarkan Beragam Promo Menarik 

    Wuling Octofest, Menawarkan Beragam Promo Menarik

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Okie
    • 0Komentar

    Wuling Motors menghadirkan promo pembelian produk ICE (Internal Combustion Engine) hingga EV (Electric Vehicle) dalam tajuk ‘Wuling Octofest’.

  • Honda Racing Indonesia Siap Torehkan Sejarah Baru di Mandalika

    Honda Racing Indonesia Siap Torehkan Sejarah Baru di Mandalika

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Okie
    • 0Komentar

    Tahun 2025 menjadi momen perayaan 40 tahun kiprah Honda di dunia balap nasional, yang ditandai dengan dimulainya babak baru melalui partisipasi penuh di ajang Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2025. Ajang yang akan berlangsung pada 19-20 Juli di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok ini juga menjadi langkah strategis bagi Honda Racing Indonesia untuk tampil di […]

  • Subaru Perkenalkan Fitur Emergency Stop Assist dan Jok Anti Pegal 

    Subaru Perkenalkan Fitur Emergency Stop Assist dan Jok Anti Pegal

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Rio
    • 0Komentar

    Menurut data World Health Organization (WHO), kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian ke-8 tertinggi di dunia. Salah satu faktor pemicunya adalah hilangnya fokus atau kesadaran pengemudi, baik akibat microsleep, tekanan darah menurun, maupun kelelahan. Selain itu, laporan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa kehilangan konsentrasi selama 4 detik saat berkendara dengan […]

  • Honda Siapkan 3 Model Elektrifikasi Baru pada 2026, Fokus Perkuat Hybrid

    Honda Siapkan 3 Model Elektrifikasi Baru pada 2026, Fokus Perkuat Hybrid

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Otokini
    • 0Komentar

    PT Honda Prospect Motor (HPM) menyiapkan tiga model elektrifikasi baru untuk pasar Indonesia pada 2026. Ketiga model tersebut terdiri dari dua hybrid dan satu battery electric vehicle (BEV) sebagai bagian dari strategi elektrifikasi bertahap Honda di Tanah Air. Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy, menyatakan bahwa Honda tidak hanya memperluas lini […]

  • Konsistensi Julian Johan di Dakar Rally 2026 Hingga SS2

    Konsistensi Julian Johan di Dakar Rally 2026 Hingga SS2

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle patardo
    • 0Komentar

    Memasuki hari ketiga atau Special Stage (SS) 2 Dakar Rally 2026, Julian Johan masih mampu menyelesaikan lomba dengan hasil konsisten. “Alhamdulillah masih diberi kelancaran sampai finis. Kami konsisten di posisi ke-11 overall dan posisi ke-6 di kelas H2,” ungkapnya. Stage 2 Dakar 2026 terasa jauh lebih melelahkan dibandingkan Stage 1. Jika etape pertama menempuh total […]

  • Suzuki Fronx Picu Lonjakan Penjualan Otomoitf Nasional

    Suzuki Fronx Picu Lonjakan Penjualan Otomoitf Nasional

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Rio
    • 0Komentar

    Mengawali paruh kedua tahun 2025 dengan gebrakan, Suzuki Fronx sukses menjadi bintang baru yang memicu lonjakan penjualan di pasar otomotif nasional. Hanya tiga bulan sejak peluncurannya, SUV bergaya coupe ini langsung membuktikan dominasi pada segmennya. Kinerja Suzuki Fronx berbicara lantang menyumbang 28% dari total penjualan ritel Suzuki dan menguasai segmen mobil penumpang dengan porsi 47%. Hal ini […]

expand_less