Skuter Listrik, Kunci Strategi Jangka Panjang VinFast di Indonesia
- account_circle lolly
- calendar_month Rabu, 24 Des 2025

Peresmian pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, bukan sekadar penanda hadirnya fasilitas manufaktur baru, melainkan penutup dari satu tahun strategis bagi produsen kendaraan listrik asal Vietnam tersebut.
Dibangun hanya dalam 17 bulan, pabrik ini mencerminkan komitmen jangka panjang VinFast terhadap Indonesia dan peran negara ini dalam rantai pasok kendaraan listrik global.
Namun di balik target kapasitas dan lokalisasi produksi, satu pengumuman mencuri perhatian: mulai tahun depan, VinFast akan memproduksi sepeda motor listrik di Subang-sebuah sinyal jelas tentang di mana perusahaan ini melihat masa depan transformasi mobilitas Indonesia.
Langkah ini menyiratkan lebih dari sekadar ekspansi produk, namun telah menjadi sinyal tentang di mana VinFast melihat potensi terbesar transformasi mobilitas Indonesia akan terjadi.
Indonesia bukan hanya pasar besar kendaraan roda dua, tetapi negara yang mobilitas hariannya dibentuk oleh sepeda motor.

Dari jalan protokol kota besar hingga gang-gang sempit di permukiman padat, kendaraan roda dua menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat-untuk bekerja, bersekolah, berbelanja, hingga menjalankan usaha kecil.
Faktor keterjangkauan, fleksibilitas, dan biaya operasional rendah menjadikan sepeda motor lebih dari sekadar pilihan. Di banyak wilayah, ia adalah kebutuhan.
Gambaran ini tercermin dalam data pasar. Pada 2025, nilai pasar kendaraan roda dua Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD 10,48 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 12,46 miliar pada 2030.
Sepeda motor menyumbang lebih dari 78 persen total pengiriman kendaraan roda dua pada 2024, menegaskan dominasinya baik di wilayah urban maupun rural.
Skuter listrik, meski masih berangkat dari basis kecil, menunjukkan laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan sepeda motor konvensional. Dorongannya beragam: insentif pemerintah, pengetatan standar emisi di kota besar, kenaikan harga bahan bakar, hingga meningkatnya kesadaran akan kualitas udara.

Kendaraan listrik roda dua yang sebelumnya dipandang sebagai produk eksperimental kini mulai masuk ke dalam pertimbangan mobilitas harian.
Elektrifikasi roda dua di Indonesia bergerak dalam kerangka kebijakan yang terarah. Melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, pemerintah menargetkan penggunaan 13 juta sepeda motor listrik pada 2030. Target ini diperkuat oleh subsidi pembelian, insentif pajak, serta pembebasan bea masuk komponen baterai.
Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga mendorong produsen untuk membangun rantai pasok lokal, termasuk perakitan sistem baterai di dalam negeri.
Meski realisasi di lapangan masih menghadapi tantangan-mulai dari penyerapan subsidi hingga kesiapan infrastruktur-arah kebijakan dinilai semakin konsisten.
Di wilayah seperti Jakarta dan Bali, total biaya kepemilikan skuter listrik kini mulai mendekati kendaraan bensin, terutama untuk penggunaan harian jarak pendek.

Ketertarikan VinFast pada skuter listrik bukanlah eksperimen. Di Vietnam, kendaraan listrik roda dua justru menjadi salah satu lini bisnis dengan pertumbuhan tercepat.
Dalam kurun kurang dari 11 bulan sepanjang tahun ini, VinFast mencatatkan penjualan hampir 400.000 sepeda motor listrik-melonjak sekitar 570 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian ini mengantarkan VinFast ke posisi kedua terbesar di pasar roda dua Vietnam, sebuah pasar yang selama puluhan tahun didominasi pemain lama.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi agresif jaringan distribusi, dari 109 titik penjualan pada 2024 menjadi hampir 600 titik.
Layanan purna jual, solusi pengisian daya, serta skema pembiayaan turut mempercepat adopsi, mendorong sepeda motor listrik bergerak dari segmen pengguna awal menuju pasar arus utama.

Indonesia menghadirkan tantangan berbeda, tetapi pertanyaan dasarnya sama: bagaimana menghadirkan elektrifikasi di negara yang kehidupan sehari-harinya sangat bergantung pada sepeda motor.
Pabrik VinFast di Subang sejak awal dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Pada tahap awal, fasilitas ini akan merakit mobil listrik yang disesuaikan dengan preferensi lokal.
Namun rencana produksi skuter listrik membuka dimensi baru-menjangkau pasar yang jauh lebih luas dan lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
Skuter listrik adalah soal volume, keterjangkauan, dan frekuensi penggunaan. Ia diisi daya setiap malam, digunakan setiap hari, dan dirawat di bengkel lokal.
Produksi lokal memungkinkan rantai pasok yang lebih pendek, kepatuhan terhadap TKDN, serta pengembangan model yang benar-benar sesuai dengan kondisi jalan, pola berkendara, dan daya beli masyarakat Indonesia.

Bagi VinFast, skuter listrik bukan sekadar segmen baru, melainkan salah satu cara paling efektif menghadirkan mobilitas bersih yang nyata, terjangkau, dan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Indonesia, dengan skala pasar besar dan arah kebijakan yang semakin jelas, berpotensi menjadi arena pembuktian berikutnya.
- Penulis: lolly











