Penjualan Mobil 2025 Tak Tembus 800 Ribu Unit, Begini Kata GAIKINDO
- account_circle Faza
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026

Penjualan mobil nasional sepanjang 2025 diperkirakan tidak mencapai angka 800 ribu unit. Pelemahan pasar ini dinilai sebagai akumulasi berbagai tekanan yang datang bersamaan dan saling memengaruhi kinerja industri otomotif.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, menyebut kondisi ekonomi menjadi faktor utama yang paling awal dirasakan pelaku industri. Melemahnya daya beli masyarakat membuat keputusan pembelian kendaraan baru cenderung tertahan.

“Kalau ditanya faktor utamanya, memang banyak sekali. Yang pertama itu mungkin keadaan ekonomi,” ujar Putu.
Selain faktor ekonomi, sektor pembiayaan juga menjadi penekan signifikan. Struktur pasar otomotif Indonesia yang sangat bergantung pada kredit membuat penjualan sensitif terhadap kondisi lembaga pembiayaan dan kebijakan yang berlaku.

Dilansir dari berbagai sumber, saat ini, lebih dari 70 persen penjualan kendaraan bermotor dilakukan melalui skema kredit.
“Kalau pembiayaan ada permasalahan atau kurang kondusif, dampaknya besar sekali ke penjualan,” tambahnya.
Tekanan lainnya datang dari kebijakan daerah, khususnya implementasi opsen pajak, yang dinilai menambah beban konsumen. Kebijakan tersebut membuat pajak pembelian mobil meningkat hingga jutaan rupiah, sehingga berpotensi menahan minat beli masyarakat.

Di luar faktor makro dan kebijakan, Gaikindo juga menyoroti persoalan teknis di lapangan, seperti masuknya kendaraan impor-terutama truk-yang tidak sepenuhnya mengikuti aturan homologasi. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu ekosistem industri otomotif nasional.
Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat pasar otomotif 2025 bergerak lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Industri berharap adanya perbaikan iklim ekonomi, pembiayaan, serta kebijakan yang lebih kondusif agar pasar kembali bergairah.
- Penulis: Faza













