GIICOMVEC 2026 Digelar April Mendatang di JIExpo Kemayoran
- account_circle Okie
- calendar_month Selasa, 24 Feb 2026

GAIKINDO kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor kendaraan niaga melalui penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026. Pameran business-to-business (B2B) khusus kendaraan komersial ini akan berlangsung pada 8-11 April 2026 di Hall B dan Hall C Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, GIICOMVEC 2026 hadir dengan lokasi baru yang lebih luas dan strategis. Perpindahan ke Hall B dan C JIExpo menjadi langkah antisipatif atas meningkatnya antusiasme industri sekaligus menghadirkan aksesibilitas yang lebih optimal bagi pelaku usaha dalam mengeksplorasi solusi transportasi modern.
Di tengah tantangan industri otomotif nasional, kinerja ekspor justru menunjukkan tren positif dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Total ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai 518.212 unit ke 93 negara, meningkat 9,75% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 472.194 unit.

Dari capaian tersebut, sektor kendaraan komersial menyumbang hampir 4% atau setara 20.326 unit. Berbagai model kendaraan niaga produksi Indonesia kini semakin diandalkan di pasar global untuk mendukung operasional logistik, transportasi, hingga sektor industri lainnya.
Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa momentum ini harus dijaga melalui penguatan basis manufaktur nasional. Produksi kendaraan nasional pada 2025 tercatat di kisaran 1,2 juta unit dan diharapkan dapat terus meningkat untuk mengoptimalkan kapasitas terpasang industri yang mencapai 2,59 juta unit per tahun.
Menurutnya, GIICOMVEC 2026 menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperluas jaringan pasar dan membuka peluang ekspor baru, terutama melalui kehadiran pembeli internasional yang difokuskan dalam format pameran B2B.

GIICOMVEC 2026 akan menghadirkan berbagai merek kendaraan komersial ternama seperti Daihatsu, DFSK, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Suzuki, Toyota, dan Wuling.
Tahun ini juga akan hadir area khusus China Pavilion yang menampilkan inovasi terbaru dari peserta asal Tiongkok, serta partisipasi industri karoseri nasional dan berbagai industri pendukung otomotif. Total area pameran mencapai lebih dari 16.000 meter persegi.
Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menjelaskan bahwa GIICOMVEC dirancang untuk membantu pelaku usaha menemukan armada yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan bisnis masing-masing. Mulai dari teknologi sasis terbaru, desain karoseri, hingga solusi industri pendukung dapat ditemukan dalam satu ekosistem pameran.

GIICOMVEC 2026 menargetkan lebih dari 11 ribu trade visitors dari berbagai sektor, mulai dari transportasi dan logistik, manufaktur, konstruksi, energi dan pertambangan, hingga instansi pemerintah dan layanan kesehatan.
Selain pameran, pengunjung juga dapat mengikuti Daily Seminar yang membahas isu strategis industri. Salah satu seminar hasil kolaborasi dengan KAMSELINDO akan mengangkat tema kepatuhan, keselamatan, dan risiko hukum dalam transportasi Barang Berbahaya dan Beracun (B3).
GIICOMVEC 2026 kembali menghadirkan Demo Area Truck & Bus, yang memungkinkan trade visitors menyaksikan dan menguji langsung performa kendaraan komersial. Area ini memberikan pengalaman komprehensif, termasuk penjelasan teknis langsung dari perwakilan merek.

Penyelenggaraan tahun ini didukung oleh Sailun Group sebagai Main Sponsor, serta Pertamina Lubricants dan Lalamove sebagai sponsor pendukung.
Sebagai pameran B2B, GIICOMVEC tidak memberlakukan tiket masuk. Pelaku industri dapat mendaftarkan diri sebagai trade visitors melalui situs resmi GIICOMVEC 2026. Pameran akan berlangsung khusus untuk pelaku bisnis pada 8–10 April 2026, dan terbuka untuk publik pada 11 April 2026.
Dengan format yang semakin matang dan dukungan industri yang luas, GIICOMVEC 2026 diharapkan menjadi katalis penting dalam memperkuat daya saing kendaraan komersial Indonesia, sekaligus memperluas kontribusi ekspor nasional ke pasar global.
- Penulis: Okie















