Suzuki Fronx, Dibekali DSBS II untuk Antisipasi Risiko Kecelakaan Saat Mudik
- account_circle Otokini
- calendar_month Senin, 16 Mar 2026

Perjalanan mudik sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pengemudi. Selain jarak tempuh yang panjang, kondisi lalu lintas padat dapat memicu rasa lelah, kantuk, hingga menurunnya konsentrasi selama berkendara. Situasi tersebut dapat terjadi kapan saja, baik karena durasi mengemudi yang terlalu lama maupun akibat kemacetan yang berkepanjangan.
Demi meningkatkan faktor keselamatan di jalan, pengendara membutuhkan dukungan teknologi yang mampu membantu memitigasi risiko ketika kondisi tersebut muncul. Menjawab kebutuhan itu, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan teknologi Dual Sensor Brake Support II (DSBS II) pada Suzuki Fronx varian SGX.
Fitur DSBS II menjadi bagian penting dari sistem keselamatan aktif Suzuki Safety Support, yang dirancang sebagai asisten cerdas untuk membantu pengemudi mengurangi potensi risiko kecelakaan selama perjalanan.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu mencegah insiden yang kerap terjadi saat arus mudik. Berdasarkan data dari Korps Lalu Lintas Polri, arus mudik Lebaran 2025 tercatat mengalami 3.181 kasus kecelakaan. Kehadiran fitur keselamatan seperti DSBS II diproyeksikan dapat membantu pengemudi mengantisipasi situasi berbahaya di jalan raya.
Menurut Yulius Purwanto, Head of Marketing 4W SIS, kondisi jalan saat mudik sering berubah secara tiba-tiba sehingga membutuhkan sistem bantuan yang responsif.
“ Saat mudik, kondisi di jalan sering berubah mendadak, seperti kendaraan di depan yang melakukan pengereman tiba-tiba. Fitur Suzuki Safety Support melalui DSBS II hadir untuk memberi peringatan dan bantuan pengereman otomatis, sehingga pengemudi punya waktu lebih untuk bereaksi dan menghindari tabrakan,” jelasnya.

Cara Kerja DSBS II: Sinergi Radar dan Kamera
Teknologi DSBS II pada Suzuki Fronx SGX menggabungkan dua sensor canggih, yaitu Monocular Camera dan Millimeter Wave Radar. Kombinasi kedua sensor tersebut memungkinkan sistem memantau kondisi jalan di depan kendaraan secara terus-menerus, membaca jarak dengan lebih akurat, serta mendeteksi objek seperti kendaraan lain maupun pejalan kaki.
Kemampuan ini juga tetap efektif saat kondisi cuaca kurang ideal, seperti ketika hujan atau saat berkendara di malam hari.

Tiga Tahap Perlindungan DSBS II
Teknologi ini bekerja melalui beberapa tahapan perlindungan untuk membantu pengemudi menghindari potensi tabrakan, antara lain:
– Forward Collision Warning
Sistem akan memberikan peringatan visual dan suara ketika mendeteksi potensi benturan dengan objek di depan, sehingga pengemudi dapat segera mengambil tindakan.
– Forward Collision Damage Mitigation Brake Assist
Jika respons pengereman pengemudi dinilai kurang kuat dalam situasi darurat, sistem akan memberikan bantuan tekanan pengereman tambahan.
– Collision Damage Mitigation Braking Function
Ketika risiko tabrakan meningkat, sistem akan mengaktifkan pengereman otomatis untuk membantu menghindari tabrakan atau meminimalkan dampaknya.

Panduan Operasional agar Fitur Tetap Optimal
Agar fitur keselamatan ini dapat bekerja secara maksimal, pengemudi disarankan untuk memastikan sistem dalam kondisi aktif dan siap digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
– Periksa indikator sistem pada panel instrumen. Jika indikator “DSBS II OFF” menyala berwarna kuning atau oranye, berarti sistem sedang dinonaktifkan atau mengalami hambatan fungsi.
– Pastikan tombol DSBS II dalam posisi aktif (ON) sesuai panduan penggunaan kendaraan.
– Jaga kebersihan sensor pada grille depan dan kaca depan agar tidak terhalang kotoran yang dapat mengganggu akurasi deteksi.

Meski demikian, Suzuki menegaskan bahwa teknologi DSBS II merupakan fitur bantuan berkendara, bukan pengganti kewaspadaan pengemudi. Konsentrasi penuh, kondisi fisik yang prima, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tetap menjadi faktor utama keselamatan selama perjalanan.
“Mudik aman bukanlah tentang siapa yang tercepat, melainkan siapa yang sampai di tujuan dengan selamat. Kami menghimbau pelanggan untuk mengoptimalkan fitur keselamatan yang ada sebagai asisten berkendara, sekaligus tetap menjaga fokus dan kondisi fisik selama perjalanan,” tutup Yulius Purwanto.
- Penulis: Otokini















