Penjualan BYD Anjlok 41% pada Februari 2026, Terbesar dalam Enam Tahun
- account_circle Agus
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026

Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, mencatat penurunan penjualan global yang signifikan pada awal 2026. Berdasarkan laporan perusahaan kepada bursa saham, penjualan BYD pada Februari 2026 turun hingga 41,1 persen secara year on year, menjadi penurunan terbesar dalam enam tahun terakhir.
Dilansir dari berbagai sumber, penurunan tersebut menjadi yang paling tajam sejak Februari 2020, ketika industri otomotif global terdampak pandemi COVID-19. Kondisi ini menyoroti tantangan yang tengah dihadapi BYD di tengah perubahan dinamika pasar kendaraan listrik di Tiongkok.
Pada Januari 2026, pabrikan yang berbasis di Shenzhen ini mengirimkan sebanyak 210.051 unit kendaraan, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 300.538 unit. Penurunan tersebut diperkirakan terjadi setelah lonjakan pembelian pada akhir 2025, ketika banyak konsumen berusaha mendapatkan kendaraan listrik dengan harga lama sebelum pengurangan subsidi pemerintah mulai diberlakukan pada akhir Desember.

Awal tahun memang kerap menjadi periode yang tidak stabil bagi penjualan otomotif di Tiongkok karena bertepatan dengan libur panjang Tahun Baru Imlek. Namun demikian, para investor tetap memantau secara ketat kinerja BYD sepanjang 2026, terutama karena melemahnya permintaan di pasar domestik berbanding terbalik dengan pertumbuhan yang terus meningkat di pasar internasional.
BYD sendiri menargetkan peningkatan pengiriman kendaraan ke luar negeri hampir 25 persen pada tahun ini. Ekspansi global menjadi pilar penting bagi perusahaan, terutama setelah BYD berhasil melampaui Tesla sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia dari sisi volume penjualan.
Pada Januari 2026, ekspor kendaraan BYD tercatat mencapai 100.482 unit. Para analis memperkirakan total penjualan perusahaan tersebut masih berpotensi pulih dan menembus lebih dari 5 juta unit sepanjang 2026, meningkat dari sekitar 4,6 juta unit pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, persaingan di pasar domestik Tiongkok semakin ketat. Sejumlah produsen otomotif lokal seperti Geely Automobile Holdings dan Zhejiang Leapmotor Technology terus memperkuat lini kendaraan listrik mereka dengan teknologi dan harga yang kompetitif.
Di sisi lain, pemerintah Tiongkok juga berupaya menekan praktik pemotongan harga agresif yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pendorong utama permintaan kendaraan listrik. Kebijakan ini diperkirakan akan mendorong produsen, termasuk BYD, untuk lebih menonjolkan keunggulan teknologi serta inovasi produk terbaru mereka.
Untuk meningkatkan nilai jual rata-rata produknya, BYD juga mengandalkan pengembangan merek premiumnya seperti Denza dan Yangwang. Kedua merek tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi BYD di segmen kendaraan listrik premium sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis di tengah persaingan yang semakin sengit di pasar otomotif global.
- Penulis: Agus














