GAC Kembangkan All-Solid-State Battery dengan Jarak Tempuh 1.000 Km
- account_circle Agus
- calendar_month Senin, 15 Des 2025

GAC Group (Guangzhou Automobile Group Co., Ltd.) mengumumkan pencapaian strategis dalam pengembangan teknologi all-solid-state battery (ASSB) untuk kendaraan listrik.
Inovasi ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan lini EV GAC berdaya jelajah jauh, aman, dan berkarakter premium untuk pasar global, termasuk Indonesia.
ASSB merupakan lompatan besar dibanding baterai lithium-ion konvensional karena menggantikan elektrolit cair dengan material padat yang lebih stabil. Teknologi ini menawarkan peningkatan signifikan dari sisi keamanan, kepadatan energi, hingga efisiensi berkendara.

Sebagai bagian dari penguatan teknologi, GAC telah membangun lini produksi ASSB berkapasitas besar pertama di Panyu, Guangzhou, Tiongkok. Saat ini, produksi tengah memasuki tahap uji coba sel berkapasitas 60 Ah ke atas.
Dengan teknologi ini, jarak tempuh EV GAC berpotensi meningkat dari sekitar 500 km menjadi lebih dari 1.000 km dalam sekali pengisian. Produksi massal ditargetkan berlangsung pada periode 2027–2030.
Lini produksi ASSB GAC juga mengadopsi teknologi manufaktur mutakhir, termasuk proses anoda kering yang menyederhanakan tahapan produksi menjadi satu alur terpadu.

Pendekatan ini meningkatkan efisiensi, konsistensi kualitas, serta menegaskan kesiapan GAC memproduksi baterai solid-state berkapasitas besar dalam skala industri.
Dengan kepadatan energi yang diproyeksikan melampaui 400 Wh/kg-hampir dua kali lipat baterai lithium-ion saat ini-ASSB tidak hanya menghadirkan jarak tempuh lebih panjang, tetapi juga stabilitas termal yang lebih tinggi dan struktur sel yang lebih kokoh.
Pertumbuhan pesat pasar EV di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadikan ASSB sebagai elemen kunci dalam strategi ekspansi GAC.

Teknologi ini dijadwalkan mulai diterapkan pada model-model baru, termasuk lini HYPTEC mulai 2026, untuk menghadirkan EV berdaya jelajah panjang yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Andry Ciu, CEO GAC Indonesia mengatakan, ASSB merupakan langkah besar menuju mobilitas yang lebih maju dan berkelanjutan. Dengan jelajah lebih panjang dan pengalaman berkendara premium, teknologi ini akan mempercepat adopsi EV di Indonesia.
Didukung kehadiran fasilitas manufaktur GAC di Tanah Air, kami berkomitmen menghadirkan inovasi global sekaligus memperkuat industri otomotif nasional,” ujar Andry.

Saat ini, GAC telah memasarkan sejumlah model EV di Indonesia. AION V hadir dengan jarak tempuh hingga 602 km serta fitur unik in-vehicle refrigerator dengan tiga mode. AION Y Plus menawarkan jarak tempuh hingga 490 km dengan ciri khas LED DRL Angel Wings.
Di segmen hatchback, AION UT tampil sebagai salah satu EV dengan jarak tempuh terjauh di kelasnya, mencapai 500 km. Sementara di kelas premium, HYPTEC HT menawarkan filosofi private jet experience, fitur eksklusif, dan jarak tempuh lebih dari 600 km.
Dengan kesiapan teknologi ASSB dan portofolio produk yang terus berkembang, GAC menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain EV global yang siap memasuki era baterai generasi berikutnya-lebih aman, lebih jauh, dan lebih premium.

- Penulis: Agus














