Dokumenter JETOUR Raih Tiga Penghargaan Telly Awards 2026, Tegaskan Komitmen Konservasi Cheetah
- account_circle Otokini
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JETOUR kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui film dokumenter Return of the Cheetah: Horn of Africa yang diproduksi bersama Discovery Channel. Dokumenter tersebut berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi pada Telly Awards ke-47.
Penghargaan tersebut adalah Gold Winner untuk kategori General Documentary: Short Form, serta Silver Winner untuk kategori Craft: Videography & Cinematography dan General: Nature & Wildlife. Film ini juga meraih Gold Tower Award pada ajang New York Festivals Advertising Awards, sebagai pengakuan atas kualitas produksi sekaligus komitmennya terhadap pelestarian satwa liar.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa JETOUR tidak hanya berfokus pada inovasi di industri otomotif, tetapi juga konsisten menjalankan berbagai program keberlanjutan melalui filosofi global Travel+ Public Welfare.
Sejak 2024, JETOUR menjalin kemitraan strategis dengan Cheetah Conservation Fund (CCF) melalui program Return of the Cheetah. Inisiatif ini diawali di Namibia untuk mendukung penyelamatan cheetah liar, kemudian diperluas ke Somaliland pada 2025 dengan pembangunan kawasan konservasi sekaligus produksi dokumenter Return of the Cheetah: Horn of Africa. Pada 2026, program tersebut berlanjut ke Afrika Selatan dengan fokus pada pelestarian populasi cheetah secara berkelanjutan.

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan bahwa penghargaan internasional ini mencerminkan komitmen nyata perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Penghargaan internasional yang diraih dokumenter Return of the Cheetah: Horn of Africa merupakan bukti bahwa komitmen JETOUR terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata.
“Bagi JETOUR, perjalanan tidak hanya tentang menjelajahi destinasi baru, tetapi juga tentang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan di setiap tempat yang kami hadir,” ujar Moch Ranggy Radiansyah.
Selain program konservasi cheetah, JETOUR juga menjalankan berbagai kegiatan sosial di berbagai negara, mulai dari pembinaan talenta sepak bola muda di Timur Tengah, dukungan bagi pasien kanker, konservasi penyu di Asia Tenggara, penghijauan di Amerika Tengah dan Selatan, hingga pembangunan infrastruktur pedesaan di kawasan CIS.
Melalui strategi Travel+ Public Welfare, JETOUR menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam pengembangan bisnis global. Perusahaan bertekad terus memperluas program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi komunitas serta ekosistem di berbagai belahan dunia.
- Penulis: Otokini