JETOUR T2 i-DM, Paduan Performa dan Efisiensi Kendaraan PHEV
- account_circle Otokini
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PT JETOUR Sales Indonesia memperdalam teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) yang menjadi sistem penggerak plug-in hybrid (PHEV) pada JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM.
Teknologi ini dikembangkan untuk menghadirkan perpaduan performa, efisiensi, serta kemudahan penggunaan dalam berbagai kondisi berkendara.
Irwan Nugraha Kurnia, Product Senior Manager PT JETOUR Sales Indonesia, mengatakan teknologi i-DM hadir dengan karakter berbeda pada kedua model untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen.
“Intelligent Dual Mode (i-DM) kami hadirkan dengan karakter yang berbeda pada JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM, sehingga masing-masing mampu memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen,” ujarnya.
Teknologi i-DM mengintegrasikan tiga komponen utama, yakni 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
Ketiganya bekerja secara cerdas untuk menentukan sumber tenaga yang paling sesuai berdasarkan kondisi berkendara. Kendaraan dapat menggunakan tenaga listrik, mesin bensin, maupun kombinasi keduanya secara otomatis.

Pada JETOUR T2 i-DM, sistem hybrid menggunakan dua motor listrik dan 3 Speed DHT untuk menghasilkan karakter berkendara yang lebih bertenaga dan responsif, termasuk saat digunakan untuk aktivitas adventure.
Sementara JETOUR T1 i-DM mengandalkan satu motor listrik dan 1 Speed DHT yang menawarkan karakter lebih halus dan praktis untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Perbedaan karakter tersebut juga terlihat pada Hybrid Management System. JETOUR T1 i-DM memiliki lima skenario hybrid, sedangkan T2 i-DM dibekali sembilan skenario.
Sistem secara otomatis memilih kombinasi kerja mesin dan motor listrik yang optimal, baik ketika menghadapi lalu lintas stop and go di perkotaan maupun saat melaju di jalan tol.
Pengemudi juga dapat menyesuaikan karakter kendaraan melalui pilihan Driving Mode, Power Mode, dan Battery Level Mode sesuai kebutuhan perjalanan.

“Teknologi i-DM dirancang untuk menjaga efisiensi di berbagai kondisi berkendara. Sistem akan secara otomatis memilih skenario penggerak yang paling optimal, sehingga performa dan efisiensi tetap dapat berjalan beriringan,” jelas Fatur Farhananda, Product Trainer PT JETOUR Sales Indonesia.
Untuk perjalanan jarak jauh, JETOUR T2 i-DM menawarkan jarak tempuh kombinasi hingga lebih dari 1.200 kilometer dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh.
Dari sisi pengisian daya, i-DM mendukung AC Charging serta DC Fast Charging hingga 50 kW. Pengisian baterai dari 30 persen hingga 80 persen dapat dilakukan sekitar 27 menit. Baterai juga dapat memperoleh tambahan energi melalui regenerative braking dan drive charging saat kendaraan digunakan.
Teknologi i-DM turut dilengkapi fitur Vehicle to Load (V2L) dengan kapasitas hingga 3,3 kW. Fitur ini memungkinkan kendaraan berfungsi sebagai sumber listrik portabel untuk berbagai kebutuhan, termasuk aktivitas outdoor dan camping.
Melalui teknologi Intelligent Dual Mode, JETOUR menawarkan sistem PHEV yang menggabungkan fleksibilitas tenaga listrik dan mesin bensin.
Perbedaan konfigurasi pada T1 i-DM dan T2 i-DM sekaligus memberikan pilihan bagi konsumen sesuai kebutuhan, mulai dari mobilitas harian hingga perjalanan jarak jauh dan aktivitas adventure.
- Penulis: Otokini