BYD M6 Usung Dual Mode, Gabungkan Efisiensi EV dan Fleksibilitas Hybrid
- account_circle patardo
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026

Perkembangan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicles (NEV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Seiring meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan, efisiensi energi, serta kebutuhan mobilitas modern, masyarakat kini semakin mempertimbangkan kendaraan yang tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga hemat energi dan adaptif untuk berbagai kondisi perjalanan.
Melihat perkembangan tersebut, BYD resmi menghadirkan teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia. Teknologi ini menjadi bagian dari strategi elektrifikasi BYD dalam menghadirkan solusi mobilitas yang lebih fleksibel melalui kombinasi kendaraan listrik dan hybrid.
DM sendiri merupakan singkatan dari Dual Mode, yakni teknologi kombinasi EV dan Hybrid yang dirancang dengan pendekatan electric-first untuk menghadirkan pengalaman berkendara khas kendaraan listrik, namun tetap menawarkan fleksibilitas penggunaan untuk perjalanan jarak jauh dan berbagai kondisi penggunaan sehari-hari.

Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Terus Bertumbuh
Berdasarkan data GAIKINDO, pangsa pasar kendaraan listrik nasional mengalami pertumbuhan sangat pesat dalam tiga tahun terakhir. Jika pada 2022 pasar kendaraan listrik masih berada di bawah 1 persen, maka pada kuartal pertama 2026 pangsa pasar kendaraan listrik penumpang telah mencapai sekitar 20 persen.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Namun demikian, kebutuhan akan kendaraan yang fleksibel untuk berbagai kondisi perjalanan masih menjadi pertimbangan utama banyak konsumen. Faktor geografis Indonesia yang luas serta infrastruktur pengisian daya yang masih terus berkembang membuat sebagian masyarakat masih membutuhkan kendaraan dengan fleksibilitas lebih tinggi.
Karena itu, perkembangan kendaraan energi baru kini tidak hanya berfokus pada satu pendekatan teknologi, tetapi berkembang menuju solusi mobilitas yang mampu menggabungkan efisiensi elektrifikasi dan fleksibilitas penggunaan harian.

BYD Hadirkan Teknologi DM untuk Indonesia
Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, mengatakan bahwa BYD ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.
“Industri otomotif global saat ini tengah memasuki fase transformasi besar menuju era New Energy Vehicles (NEV). Di tengah perubahan struktur energi global, tantangan lingkungan, serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang, BYD percaya bahwa teknologi yang benar-benar bernilai tidak hanya hadir sebagai inovasi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Liu Xueliang.
Ia menambahkan bahwa teknologi Dual Mode hadir sebagai solusi transisi energi yang lebih fleksibel, efisien, dan mudah diakses masyarakat Indonesia.

Evolusi Teknologi DM BYD
Teknologi Dual Mode pertama kali diperkenalkan BYD pada 2008 melalui generasi awal DM 1.0 yang mengombinasikan motor listrik dan mesin pembakaran internal dalam satu sistem terintegrasi.
Sejak saat itu, BYD terus mengembangkan teknologi DM hingga kini memasuki generasi terbaru DM 5.0 yang diperkenalkan pada 2024.
Generasi terbaru ini hadir dengan pendekatan electric-first yang menghadirkan efisiensi energi lebih optimal, integrasi sistem lebih cerdas, serta pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan fleksibel.
Sebagai pionir teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), BYD telah mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 7 juta unit kendaraan PHEV secara global.
Pada 2025, BYD juga berhasil membukukan penjualan global lebih dari 4,6 juta unit kendaraan energi baru sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemimpin global kendaraan listrik dan PHEV.
Saat ini, kendaraan energi baru BYD telah hadir di lebih dari 121 negara dengan total penjualan global melampaui 16 juta unit.
Penjualan BYD dan DENZA
Di Indonesia, BYD dan DENZA juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga April 2026, keduanya berhasil mencatatkan penjualan hampir mencapai 20.000 unit atau tumbuh sekitar 53 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
BYD dan DENZA juga berhasil menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Saat ini, sekitar 90.000 kendaraan BYD telah berada di jalanan Indonesia, menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru.

Strategi Elektrifikasi BYD
BYD menegaskan bahwa kendaraan listrik murni (EV) tetap menjadi arah jangka panjang perusahaan dalam pengembangan mobilitas berkelanjutan.
Namun di sisi lain, BYD memahami bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia masih membutuhkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh dan penggunaan di berbagai kondisi jalan.
Karena itu, teknologi DM hadir sebagai solusi pelengkap kendaraan listrik murni melalui kombinasi penggunaan tenaga listrik dan mesin konvensional.
Dalam penggunaan perkotaan, sistem DM akan lebih memprioritaskan tenaga listrik untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang senyap, halus, dan efisien.
Sementara untuk perjalanan luar kota atau wilayah dengan infrastruktur pengisian daya terbatas, sistem akan mengombinasikan tenaga listrik dan mesin guna menjaga fleksibilitas perjalanan.

Filosofi G.A.S.S pada Teknologi DM
BYD juga memperkenalkan filosofi BYD DM G.A.S.S. (Gesit, Andal, Senyap, Super Irit) sebagai representasi karakter utama teknologi Dual Mode.
Dalam salah satu pengujian internal, teknologi BYD DM disebut mampu menghadirkan jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer dalam kombinasi penggunaan listrik dan bahan bakar penuh, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 65 km/liter.
Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, mengatakan bahwa BYD ingin kembali membuka babak baru perkembangan NEV di Indonesia melalui teknologi Dual Mode.
“Hari ini, kami membawa semangat yang sama melalui teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia. Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif,” ujar Eagle Zhao.
Melalui kehadiran teknologi Dual Mode, BYD menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi kendaraan energi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia sekaligus mendukung percepatan transformasi menuju masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan.
- Penulis: patardo















