Mercedes Jip Indonesia Jelajahi Jejak Sejarah Jawa-Bali Lewat Royal Heritage
- account_circle Agus
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mercedes Jip Indonesia (MJI) kembali menggelar perjalanan turing bertema “Royal Heritage” yang memadukan petualangan, sejarah, budaya, alam, dan semangat persaudaraan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 kendaraan Mercedes Jip dan 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Berlangsung selama 10 hari, perjalanan Royal Heritage menyusuri Pulau Jawa hingga Bali. Rangkaian kegiatan didukung BNI46, Pertamina, Pertamina Patra Niaga, we.the.fork, serta sejumlah sponsor lainnya.
Bagi MJI, turing Royal Heritage bukan sekadar perjalanan menggunakan kendaraan, tetapi menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai warisan sejarah dan budaya Nusantara sekaligus mempererat hubungan antaranggota komunitas.

Menelusuri Jejak Kerajaan di Jawa
Perjalanan diawali dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, mulai dari Keraton Cirebon, Keraton Yogyakarta, Keraton Mangkunegaran Surakarta, hingga kawasan Trowulan, Mojokerto, yang dikenal sebagai salah satu pusat penting sejarah Kerajaan Majapahit.
Dari Trowulan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bondowoso. Di wilayah ini peserta melakukan aktivitas light off-road di sekitar Kawah Wurung sekaligus menggelar kegiatan bakti sosial di area Taman Galuh.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan MJI sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di daerah yang disinggahi.

Dari De Djawatan hingga Muncar
Memasuki Banyuwangi, rombongan mengunjungi De Djawatan, Benculuk, yang dikenal dengan pepohonan trembesi berukuran besar. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Muncar untuk melihat kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada aktivitas laut.
Rangkaian perjalanan semakin menantang ketika peserta mengikuti cross country di wilayah selatan Banyuwangi. Medan berbatu, tanjakan, turunan, dan kondisi alam menjadi bagian dari tantangan yang harus dilewati bersama.
Dengan sekitar 50 Mercedes Jip bergerak dalam satu konvoi, kekompakan menjadi faktor penting. Peserta saling membantu untuk memastikan seluruh anggota dapat menyelesaikan perjalanan tanpa ada yang tertinggal.

Menemukan Warisan Budaya Bali
Setelah menyeberang ke Bali, perjalanan berlanjut ke kawasan Black Lava Gunung Batur, kemudian menuju Ubud yang dikenal sebagai salah satu pusat seni dan budaya Bali.
Rombongan juga mengunjungi Klungkung, termasuk Kerta Gosa, peninggalan Kerajaan Klungkung yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur penting bagi Bali.
Perjalanan kemudian ditutup di Kuta melalui Malam Katana setelah sembilan hari menjelajahi berbagai destinasi.
Ketua Turing MJI Ngurah Firnanda mengatakan, Royal Heritage menjadi pengingat bahwa turing bukan sekadar mengejar jarak maupun jumlah destinasi.
“Lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantangan yang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan,” ujarnya.
Selama 10 hari, dua pulau, dan beragam destinasi, Royal Heritage menjadi perjalanan yang mempertemukan kendaraan, alam, sejarah, budaya, dan persaudaraan dalam satu rangkaian pengalaman komunitas Mercedes Jip Indonesia.



















- Penulis: Agus