Begini Kata Menperin Soal Insentif Industri Otomotif di Tahun 2026
- account_circle Setiawan
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026

Pemerintah tengah menyiapkan skema insentif baru untuk industri otomotif pada 2026 dengan pendekatan yang lebih terarah dan spesifik.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa usulan insentif tersebut telah disampaikan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Berbeda dari insentif pada masa pandemi Covid-19, stimulus kali ini tidak lagi bersifat umum, melainkan dirancang lebih detail berdasarkan segmen kendaraan, teknologi, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), serta bobot emisi.

“Usulan kali ini jauh lebih detail dibandingkan periode Covid, dari segmen, teknologi, hingga TKDN,” ujar Agus.
Sebagai catatan, pada 2021 pemerintah memberikan insentif PPnBM DTP untuk kendaraan bermesin hingga 1.500 cc dengan TKDN minimal 70%. Kini, pendekatan tersebut disempurnakan agar stimulus benar-benar tepat sasaran dan mendorong produksi kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Agus menegaskan, insentif akan dikaitkan langsung dengan TKDN dan batas emisi, sehingga tidak semua kendaraan otomatis mendapat stimulus.

“Selain itu, pemerintah juga mulai menetapkan batas harga di setiap segmen sebagai syarat penerima insentif guna memastikan manfaat kebijakan dirasakan konsumen,” ungkao Agus.
Terkait kendaraan listrik, pemerintah memberi perhatian khusus pada pembeli pertama (first buyer) untuk mempercepat adopsi EV di Tanah Air. Skema insentif EV juga akan disesuaikan dengan aspek teknologi dan sumber bahan baku, sejalan dengan strategi hilirisasi industri nasional.

- Penulis: Setiawan














