BYD Resmikan Pabrik di Subang, Kapasitas Produksi Capai 150 Ribu Unit per Tahun
- account_circle patardo
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BYD resmi meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru (NEV) pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat.
Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi BYD dalam memperkuat kapasitas produksi sekaligus memperdalam keterlibatannya dalam ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.
Fasilitas tersebut diresmikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, perwakilan industri, mitra bisnis, jaringan diler, hingga komunitas pengguna BYD.
“Peresmian fasilitas manufaktur ini merupakan tonggak penting sekaligus babak baru dalam perjalanan BYD di Indonesia. Kami melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar penting, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam perjalanan menuju transisi energi,” ujar Liu Xueliang, Vice President BYD Co., Ltd. dan General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division.

Fasilitas manufaktur BYD di Subang berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun.
Pabrik ini dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan dan mengusung tingkat otomatisasi tinggi serta sistem produksi cerdas yang terintegrasi.
Dalam proses produksinya, BYD menerapkan tiga tahapan utama, yakni Welding, Painting, dan Final Assembly. Proses tersebut didukung teknologi robotik, sistem produksi fleksibel, digitalisasi, serta pengendalian kualitas untuk memastikan konsistensi hasil produksi.
Peresmian pabrik juga ditandai dengan proses roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 BYD yang diproduksi secara lokal di Indonesia. Model tersebut bersama BYD M6 EV menjadi bagian awal dari perjalanan produksi kendaraan BYD di Tanah Air.

Kehadiran pabrik Subang tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memperkuat rantai pasok dan industri pendukung di Indonesia.
Saat ini, ekosistem BYD di Indonesia telah melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok dan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal.
Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 lapangan kerja ketika fasilitas mencapai kapasitas produksi penuh.
BYD juga mempersiapkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60% pada Januari 2027, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat industri dan rantai pasok kendaraan listrik nasional.

Sejak memasuki pasar Indonesia pada Januari 2024, BYD terus memperluas jaringan penjualan dan layanan. Pada Januari–Juli 2026, BYD Indonesia mencatat penjualan 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35%.
Hingga kini, lebih dari 100.000 kendaraan energi baru BYD telah dikirimkan kepada konsumen Indonesia, dengan jaringan penjualan dan layanan yang telah mencapai lebih dari 100 lokasi.
Selain kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), BYD juga memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) pada 2026 untuk memberikan pilihan elektrifikasi yang lebih beragam kepada konsumen.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas di Subang bukan sekadar menghadirkan lokasi produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kapabilitas industri dan sumber daya manusia lokal.

Dengan kapasitas produksi besar, peningkatan TKDN, serta pengembangan rantai pasok dan tenaga kerja lokal, fasilitas Subang menjadi langkah strategis BYD untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur kendaraan energi baru di kawasan Asia Tenggara.
- Penulis: patardo
