SIMPATI Woman Rally Team Dominasi Podium Wanita di Kejurnas Sprint Rally 2026 Putaran 3
- account_circle patardo
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIMPATI Woman Rally Team (SWRT) kembali menunjukkan performa positif pada Putaran 3 Kejurnas Sprint Rally 2026 yang berlangsung di Sirkuit Bhayangkara Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur, 29–30 Agustus 2026.
Tiga pereli wanita SWRT, yakni Diva Zahra, Larasati, dan Patricia Revalina, harus menghadapi karakter lintasan yang cukup menantang.
Trek yang relatif sempit dengan permukaan gravel bercampur bebatuan menuntut kemampuan membaca lintasan, menjaga ritme, serta konsistensi sepanjang perlombaan.
Dalam kondisi tersebut, komunikasi antara pereli dan navigator menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan strategi dan mengambil keputusan dengan cepat ketika menghadapi perubahan karakter permukaan lintasan.
SWRT berhasil mendominasi podium kategori wanita melalui Diva Zahra yang keluar sebagai juara pertama, sementara Patricia Revalina mengamankan posisi runner-up di kelas Wanita.

Diva juga mencatat prestasi lain dengan finis sebagai runner-up Kelas F3 dan menempati peringkat ke-4 Grup F. Hasil ini menjadi pencapaian penting sekaligus menunjukkan konsistensinya menghadapi persaingan di kelas yang kompetitif.
Sementara itu, Larasati belum berhasil meraih posisi podium. Meski demikian, ia tetap menunjukkan perkembangan positif dalam menghadapi berbagai karakter lintasan. Perjuangannya kali ini sempat terkendala masalah mekanis yang memengaruhi hasil akhir.
Bagi Patricia, keberhasilan mengamankan posisi kedua di kelas Wanita menjadi modal penting untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuannya bersama SWRT.
Pendiri SIMPATI Woman Rally Team, Rifat Sungkar, mengapresiasi hasil yang diraih ketiga pereli tersebut. Menurutnya, komposisi SWRT saat ini menarik karena masing-masing pereli memiliki tingkat pengalaman dan perkembangan yang berbeda.
“Saya sangat gembira dengan hasil yang diraih SWRT di putaran ini. Kalau melihat komposisinya, tim ini seperti berlapis. Diva punya pengalaman paling banyak dibanding Patricia dan Larasati, sehingga dia bisa menjadi benchmark sekaligus memberikan pengalaman kepada dua rekannya,” ujar Rifat.

Rifat menilai Diva semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai pereli yang layak diperhitungkan. Target berikutnya pun semakin tinggi, khususnya untuk meraih kemenangan di Kelas F3 yang memiliki persaingan ketat.
Sementara Patricia dinilai memiliki antusiasme dan semangat belajar yang baik. Larasati juga menunjukkan perkembangan positif meski kembali terkendala masalah mekanis.
“Walaupun belum bisa berdiri di podium, saya melihat ada progress yang positif dari keduanya,” lanjut Rifat.
Putaran 3 Kejurnas Sprint Rally 2026 menjadi bagian penting dalam proses pengembangan SWRT. Tim tidak hanya mengejar hasil kompetisi, tetapi juga menjadikan setiap putaran sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, pengalaman, dan kekompakan para pereli wanita.

Rifat berharap keberadaan SWRT dapat semakin menginspirasi perempuan Indonesia untuk berani terjun dan berprestasi di dunia balap, khususnya cabang olahraga reli.
- Penulis: patardo