Uji Emisi Bisa Bikin Mobil Lebih Irit BBM? Ini Penjelasan dan Cara Mudah Lolos Tes
- account_circle Otokini
- calendar_month 23 menit yang lalu

Menjaga mobil tetap irit bahan bakar tidak hanya soal memilih BBM yang tepat atau menerapkan gaya berkendara eco-driving dan defensive driving. Kondisi mesin yang selalu optimal juga menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan.
Banyak pemilik mobil beranggapan bahwa hasil uji emisi dapat menjadi indikator apakah konsumsi BBM mobil masih efisien atau tidak. Lalu, apakah anggapan tersebut hanya mitos atau memang fakta?
Menurut Auto2000, uji emisi memang bisa menjadi salah satu indikator kesehatan mesin sekaligus efisiensi pembakaran bahan bakar pada kendaraan.
Nur Imansyah Tara selaku Marketing Division Head Auto2000 mengatakan, uji emisi merupakan bagian dari prosedur standar servis berkala di bengkel Auto2000 untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesehatan mobil.
“Jika kandungan gas buang melebihi ambang batas yang ditetapkan, merupakan indikator ada komponen mesin yang bermasalah dan harus dicarikan solusinya, seperti mengatur setelan mesin atau mengganti komponen dengan yang baru agar sehat kembali,” terang Nur.

Uji Emisi Berkaitan dengan Efisiensi BBM
Meskipun mobil tidak mengalami kerusakan, proses uji emisi tetap penting dilakukan untuk memastikan mesin berada dalam kondisi prima sehingga mampu menghasilkan efisiensi bahan bakar terbaik.
Melalui uji emisi, teknisi dapat mengetahui apakah campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar sudah sesuai spesifikasi mesin atau belum. Jika proses pembakaran berlangsung optimal, maka konsumsi BBM menjadi lebih efisien dan performa mesin tetap terjaga.
Sebaliknya, jika hasil uji emisi menunjukkan kandungan gas buang melebihi ambang batas, hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya masalah pada sistem pembakaran, sensor mesin, filter udara, atau komponen lainnya yang berpotensi membuat mobil lebih boros bahan bakar.
Karena menjadi bagian dari servis berkala, Auto2000 menyediakan layanan uji emisi secara gratis bagi pelanggan yang melakukan servis rutin di bengkel resmi.
Namun jika pelanggan ingin melakukan uji emisi secara mandiri tanpa servis berkala, akan dikenakan biaya tambahan termasuk PPN, di luar biaya jasa maupun penggantian spare parts apabila kendaraan tidak lolos uji emisi.

Ambang Batas Uji Emisi Mobil Bensin
Mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama, kendaraan berbahan bakar bensin tahun produksi 2007 dan sesudahnya memiliki batas emisi pada uji idle sebagai berikut:
– Karbon monoksida (CO) maksimal 1,5% volume
– Hidrokarbon (HC) maksimal 200 ppm volume
Jika hasil uji melebihi batas tersebut, maka kendaraan dianggap tidak lolos uji emisi dan perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mudah Lolos Uji Emisi Mobil
Agar mobil lebih mudah lolos uji emisi sekaligus tetap hemat BBM, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan.
1. Pastikan Saluran Bahan Bakar dan Filter Udara Bersih
Saluran bahan bakar dan filter udara yang bersih membantu suplai udara ke ruang bakar tetap optimal. Jika filter udara kotor, proses pembakaran menjadi tidak sempurna dan dapat meningkatkan kadar HC pada gas buang.
2. Periksa Koil dan Busi Secara Berkala
Koil dan busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran mesin bensin. Komponen yang mulai lemah dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna sehingga konsumsi BBM menjadi lebih boros dan emisi meningkat.
3. Gunakan Oli Mesin yang Masih Optimal
Oli mesin yang sudah menurun kualitasnya bisa ikut terbakar di ruang mesin dan meningkatkan kadar karbon monoksida (CO). Selain itu, oli yang buruk juga membuat kerja mesin menjadi lebih berat.
4. Pastikan Sensor Oksigen dan Catalytic Converter Sehat
Sensor oksigen berfungsi membaca kadar oksigen dalam gas buang agar ECU dapat mengatur campuran bahan bakar secara ideal. Sementara catalytic converter bertugas mengurangi zat berbahaya pada emisi gas buang.
Jika salah satu komponen ini bermasalah, emisi kendaraan berpotensi meningkat drastis.
5. Hindari Modifikasi Mesin Berlebihan
Modifikasi mesin yang mengubah suplai udara dan bahan bakar biasanya membuat emisi gas buang menjadi lebih tinggi. Karena itu, menjaga spesifikasi mesin tetap standar dapat membantu mobil lebih mudah lolos uji emisi.
6. Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi Pabrikan
Penggunaan bahan bakar yang sesuai rekomendasi pabrikan membantu proses pembakaran berlangsung sempurna. Selain menekan emisi gas buang, langkah ini juga menjaga performa mesin tetap optimal dan konsumsi BBM lebih hemat.

Servis Berkala Jadi Kunci Mesin Tetap Efisien
Selain menjaga mobil tetap lolos uji emisi, servis berkala juga menjadi langkah penting untuk mempertahankan performa dan efisiensi kendaraan dalam jangka panjang.
Pemilik kendaraan dapat memanfaatkan Promo SIAP SEDIA dari Auto2000 untuk servis berkala di bengkel resmi. Program ini berlaku untuk servis pada hari Selasa hingga Jumat pukul 13.00–15.00 dengan berbagai keuntungan seperti gratis 1 liter TMO Engine Oil dan diskon jasa servis berkala sebesar 20 persen.
Dengan kondisi mesin yang selalu sehat, bukan hanya emisi kendaraan yang lebih bersih, tetapi konsumsi bahan bakar juga menjadi lebih efisien dan nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
- Penulis: Otokini













