Cek Ban Usai Mudik, Langkah Penting Jaga Keselamatan Berkendara Pasca-Lebaran
- account_circle Rio
- calendar_month Minggu, 5 Apr 2026

Libur Lebaran 2026 telah berakhir, dan aktivitas masyarakat mulai kembali seperti biasa. Tingginya mobilitas selama periode mudik menuntut perhatian ekstra terhadap kondisi kendaraan, terutama pada ban-komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.
Dengan adanya peningkatan intensitas penggunaan kendaraan selama mudik, PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) mengajak masyarakat untuk segera memeriksa kondisi ban guna menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara setelah liburan.
Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia mengatakan, perjalanan jarak jauh saat mudik membuat ban bekerja lebih berat dibandingkan kondisi normal. Pengecekan ban setelah mudik adalah langkah preventif penting guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan tetap optimal.

“Bridgestone Indonesia menyediakan layanan pengecekan ban serta kendaraan melalui lebih dari 400 jaringan ritel Toko Model (TOMO) yang tersebar di seluruh penjuru negeri,” kata Mukiat.
Perjalanan jarak jauh selama mudik berpotensi mempercepat keausan ban. Selama perjalanan tersebut, ban menghadapi berbagai kondisi ekstrem, seperti jarak tempuh yang panjang, temperatur tinggi akibat durasi berkendara yang lama, beban berlebih dari penumpang dan barang, serta beragam kondisi jalan yang tidak selalu mulus.
Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi performa ban dan menyebabkan ketidaknyamanan seperti getaran, kebisingan, hingga penurunan kemampuan pengereman
Untuk menjamin keselamatan berkendara pasca-mudik, pengecekan ban kendaraan sangat disarankan sebagai langkah deteksi dini kerusakan. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan adalah;

– Tekanan Angin Ban
Perjalanan panjang seringkali menimbulkan kerusakan kecil yang tidak terdeteksi, seperti tusukan paku atau benda tajam yang mengakibatkan tekanan angin berkurang perlahan. Pastikan tekanan angin pada semua ban, termasuk ban serep, disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan kendaraan.
Ban dengan tekanan angin yang kurang optimal dapat menyebabkan lenturan berlebihan pada dinding samping, meningkatkan suhu ban secara ekstrem, dan memicu risiko pecahnya tapak ban.

– Kondisi Fisik Dinding Samping Ban
Perhatikan tanda-tanda kerusakan fisik seperti, benjolan akibat benturan dengan lubang atau jalan yang rusak dan retakan halus akibat panas berlebih atau usia pemakaian.
Kerusakan semacam ini bisa menunjukkan perubahan struktur pada ban yang membutuhkan penanganan segera, termasuk penggantian untuk menjaga keamanan saat berkendara.

– Tingkat Keausan Ban
Cermati pola keausan pada ban, misalnya, keausan di bagian tengah atau sisi ban akibat tekanan angin yang tidak sesuai hingga keausan yang tidak merata karena perubahan setelan spooring akibat kondisi jalan.
Melakukan spooring dan balancing setelah perjalanan mudik dapat membantu memulihkan stabilitas kemudi, meningkatkan kenyamanan berkendara, serta memperpanjang usia pakai ban.
Rotasi ban juga disarankan untuk menyeimbangkan keausan antarban. Ban yang sudah aus lebih rentan terhadap tusukan dan berpotensi mengalami hidroplaning di permukaan jalan yang licin.

Melakukan pemeriksaan ban setelah musim mudik merupakan langkah mitigasi penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, mengurangi risiko pecah ban, menjaga kondisi optimal dalam aktivitas harian, serta memperpanjang masa pakai ban.
- Penulis: Rio















