NGK Bongkar Jaringan Busi Palsu di Jabodetabek, Kerugian Tembus Rp 2 Miliar
- account_circle Agus
- calendar_month Sabtu, 20 Des 2025

Peredaran busi palsu kembali menjadi ancaman serius bagi konsumen sepeda motor di Indonesia. Komponen vital yang berperan langsung pada performa dan keandalan mesin ini ternyata masih marak dipalsukan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Bukan hanya merugikan pemilik kendaraan, produsen resmi pun mengalami kerugian besar, salah satunya NGK.
PT Niterra Mobility Indonesia, selaku produsen resmi busi NGK, akhirnya turun tangan langsung. Melalui investigasi intensif bersama investigator swasta dan aparat kepolisian, NGK berhasil mengungkap peredaran busi palsu di wilayah Jabodetabek dan mengamankan 11.000 unit busi NGK palsu.

Ammar Singh Gill, Kuasa Hukum NGK mengatakan, temuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan panjang yang dilakukan perusahaan.
Ada temuan 11.000 pieces busi palsu yang kami amankan dari toko offline. Selanjutnya kami lakukan perburuan lanjutan hingga menghancurkan belasan ribu busi palsu dari hasil investigasi bersama pihak-pihak terkait,” ujar Amma.
Menurut NGK, praktik pemalsuan ini telah menyebabkan kerugian finansial mencapai Rp 2 miliar, dengan mayoritas transaksi terjadi melalui platform penjualan online. Harga murah menjadi senjata utama para pelaku untuk menjerat konsumen.

Modusnya sederhana namun efektif: menjual produk yang tampak identik dengan harga jauh di bawah pasaran.
Sebagai contoh, busi NGK asli yang seharusnya dijual di kisaran Rp 20.000, versi palsunya ditawarkan hanya Rp 7.000-Rp 8.000 per unit.
Padahal, penggunaan busi palsu berisiko besar terhadap performa mesin, konsumsi bahan bakar, hingga potensi kerusakan jangka panjang. Konsumen bukan hanya dirugikan secara finansial, tetapi juga berisiko mengalami kerusakan kendaraan.

Dengan terbongkarnya kasus ini, NGK kembali mengingatkan konsumen untuk lebih waspada, terutama saat membeli suku cadang melalui jalur online.
Perusahaan juga menegaskan akan terus memperkuat pengawasan pasar dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku pemalsuan.
Kasus ini menjadi alarm keras bahwa harga murah tidak selalu berarti aman, terlebih untuk komponen krusial seperti busi yang menentukan nyawa mesin.
- Penulis: Agus














