ALVA Raih Sertifikat INDI 4.0, Pelopor Smart Manufacturing Motor Listrik Nasional
- account_circle Setiawan
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026

ALVA (PT Electra Mobilitas Indonesia) resmi mengumumkan perolehan Sertifikat Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), sebuah pengakuan dari pemerintah atas kesiapan industri dalam mengimplementasikan transformasi digital. Sertifikasi ini menegaskan komitmen ALVA dalam membangun sistem manufaktur berbasis teknologi sejak awal berdiri.
INDI 4.0 sendiri merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai instrumen nasional untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan manufaktur dalam bertransformasi menuju era Industri 4.0. Program ini menjadi acuan strategis dalam percepatan transformasi industri nasional, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0.
Pencapaian ini semakin bermakna mengingat ALVA baru beroperasi kurang dari empat tahun, namun telah mampu memenuhi standar INDI 4.0. Hal tersebut menempatkan ALVA sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar yang telah lama berdiri dan mapan di industrinya. Capaian ini mencerminkan keseriusan ALVA dalam membangun fondasi manufaktur berbasis kualitas, teknologi, dan inovasi yang selaras dengan standar industri nasional.

Dengan sertifikasi ini, ALVA dinilai telah memiliki fondasi kuat dalam penerapan smart manufacturing dan siap melangkah ke tahap implementasi yang lebih komprehensif. ALVA juga menjadi satu-satunya produsen motor listrik merek Indonesia yang memperoleh pengakuan ini sekaligus dinilai unggul dalam kesiapan transformasi digital.
Dalam kunjungannya ke fasilitas smart manufacturing ALVA, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menilai bahwa ALVA menunjukkan keseriusan tinggi dalam mendorong adopsi motor listrik di Indonesia. Hal tersebut tercermin dari fasilitas produksi yang lengkap dan komprehensif, serta keberadaan pusat Research & Development (R&D) mandiri yang menjadi pembeda signifikan dibanding pelaku industri lainnya.
“Keberadaan R&D mandiri seperti yang dimiliki ALVA menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam penilaian kami. Ini menunjukkan bahwa ALVA tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada inovasi dan pengembangan teknologi secara berkelanjutan. Kami mendorong ALVA untuk terus melangkah ke tahapan berikutnya, dengan target menjadi National Lighthouse dalam program nasional INDI 4.0 di tahun 2026,” ujar Setia Diarta.

Transformasi digital yang dilakukan ALVA bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan membawa dampak langsung pada kualitas produk yang diterima konsumen. Sertifikasi INDI 4.0 mencerminkan kesiapan sistem produksi ALVA yang terdigitalisasi dan terintegrasi, sehingga menghasilkan motor listrik dengan kualitas lebih presisi dan konsisten. Inovasi pun dapat diterapkan lebih cepat di seluruh lini produk, mulai dari efisiensi baterai hingga fitur keselamatan.
Transformasi ini juga diperkuat dengan dukungan ekosistem Boost Charging Station serta layanan purna jual berbasis data, yang menghadirkan pengalaman berkendara lebih optimal bagi pelanggan.
Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yudha, menegaskan bahwa sertifikasi INDI 4.0 merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengadopsi teknologi digital dan praktik terbaik Industri 4.0.

“Sertifikat INDI 4.0 ini memperkuat posisi kami sebagai pemain kunci dalam industri mobilitas elektrifikasi di Indonesia. Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kapabilitas digital untuk menghadirkan solusi mobilitas yang lebih efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ujarnya.
Sertifikasi ini menjadi tonggak penting bagi ALVA untuk melangkah menuju Champion INDI 4.0, tahapan strategis sebelum mencapai status National Lighthouse—predikat bagi perusahaan yang dinilai unggul dan menjadi acuan nasional dalam penerapan industri 4.0 berbasis digitalisasi terintegrasi. Ke depan, ALVA bahkan berpotensi melangkah lebih jauh menuju Global Lighthouse dalam ekosistem Industri 4.0.
Status tersebut menegaskan kapabilitas ALVA sebagai model industri motor listrik nasional dalam mengadopsi teknologi digital dan praktik manufaktur modern, sekaligus menunjukkan kesiapan perusahaan untuk melakukan scale-up secara nasional.

Melalui integrasi antara manufaktur dan R&D, ALVA berkomitmen untuk terus menghadirkan produk motor listrik yang tangguh, andal, dan nyaman untuk penggunaan harian. Setiap peningkatan, baik dari sisi efisiensi, daya tahan, maupun fitur, diupayakan agar dapat dirasakan langsung oleh konsumen, sejalan dengan visi ALVA dalam membangun ekosistem mobilitas elektrifikasi yang berkelanjutan di Indonesia.
- Penulis: Setiawan













